Lensa Anti Lelah adalah jenis lensa yang bisa membuat mata penggunanya tidak mudah lelah, Yuk kita teliti cara kerjanya Cara Kerja Lensa Anti Lelah, Yuk Kita Teliti, Cara Kerja Lensa Anti Lelah, Yuk Kita Teliti,
Pembahasan mengenai Lensa Anti Lelah ini sudah ada sejak akhir tahun 2005 lalu, meskipun di Indonesia baru beberapa pekan ini diperkenalkan secara resmi oleh beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek lensa yang cukup familiar di telinga konsumen Indonesia (ESSILOR, HOYA). ESSILOR menyebut produknya itu dengan nama Anti Fatigue, sedangkan HOYA dengan Active. NIKKEI, meskipun merek lensa ini belum cukup familliar di telinga konsumen Indonesia, ternyata juga ikut meluncurkan produk serupa yang dinamai dengan Osiris.
Hal yang mendasari dibuatnya jenis lensa yang terdengar hebat tersebut sebenarnya adalah fenomena akomodasi, yang selalu terjadi pada saat mata kita melihat obyek dalam jarak dekat.

Sebagaimana digambarkan pada ilustrasi di atas, pada saat mata normal melihat ke arah obyek yang terletak jauh, maka sinar-sinar sejajar (dengan sumbu penglihatan /axis visual, sinar-sinar yang datang dari obyek yang terletak jauh selalu dianggap sejajar dengan sumbu penglihatan) yang dipancarkan oleh obyek akan difokuskan (pada ilustrasi disimbolkan F) pada retina. Ketika obyek tersebut didekatkan ke arah mata, maka letak fokus akan menjadi mundur sehingga berada di belakang retina. Mata pun menjadi out of focus dan obyek akan terlihat kabur. Keadaan ini akan direspon oleh otak yang selanjutnya akan memerintahkan otot-otot yang memegang lensa mata untuk berkontraksi sehingga lensa mata menjadi lebih tebal dan daya biasnya meningkat. Proses inilah yang disebut dengan akomodasi mata. Dengan proses ini, fokus yang semula berada di belakang retina pun bergeser ke depan hingga tepat pada retina kembali. Pada umumnya, proses akomodasi akan mulai terjadi ketika obyek yang dilihat berada pada jarak kurang dari 6 meter.
Mata menjadi cepat lelah ketika digunakan untuk melihat dalam jarak dekat (misalnya: membaca buku atau bekerja dengan komputer) secara terus menerus adalah karena mata harus berakomodasi secara terus menerus juga. Proses akomodasi membutuhkan kontraksi otot-otot dalam bola mata, jika mata terus menerus melihat dekat, maka otot-otot dalam bola mata pun akan terus menerus berkontraksi. Inilah asal muasal lelah itu.

Pada lensa (kacamata) yang disebut-sebut di atas, desainnya dibuat memiliki bagian yang secara berangsur-angsur berukuran lebih positif (+) dari bagian untuk melihat jauh. Bagian tersebut tentunya akan diposisikan di bawah bagian untuk melihat jauh. Ketika pemakai lensa tersebut sedang melihat ke arah jauh, maka sumbu penglihatan (boleh lah disebut garis pandang) akan melewati sisi bagian atas lensa yang berukuran dioptri sama dengan ukuran untuk melihat jauh sang pemakai (misalnya: -0,75 atau.. normal juga bisa). Pada saat melihat ke arah dekat, mata akan diarahkan untuk melirik kebawah sehingga garis pandang akan melewati sisi bagian bawah lensa yang dibuat berangsur-angsur lebih positif tersebut. Ukuran yang lebih positif di bagian itu mengurangi beban akomodasi yang harus dilakukan oleh mata, sehingga kontraksi otot yang dibutuhkan juga menjadi lebih ringan. Alhasil mata pun menjadi tidak cepat lelah.
Kebiasaan menjaga kebersihan mulut dengan mouthwash oleh ibu hamil bisa menurunkan kemungkinan anak lahir premaantur. Begitu kesimpulan dari penelitian yang dilangsungkan oleh Proctor d Gambler terhadap 204 wanita hamil yang setuju menjadi responden.
Salah satu masakan dan makan khas dari India yang menggoyang lidah para pecinta kuliner.
Kumpulan Kata-kata Mutiara dari Para Maestro Dunia tentang Hidup dan Cinta
Gambaran umum sistem pengenalan suara jantung menggunakan metode LVQ dan DTW